Senin, 03 Oktober 2016

Feature Media Siar




Review


Seminar menarik mengenai “Bagaimana Jurnalis TV Asing mengemas Feature” oleh Bobby Gunawan di Universitas Multimedia Nusantara  yang berlangsung pada Sabtu, 1 Oktober 2016. Selama kariernya Ia pernah bekerja di Tempo sebagai kontributor Tempo News Room, di Trans TV sebagai video jurnalis, Astro BBC News, SBS, CNN, Net TV, TV One, langit TV.

Menurut Bobby Gunawan Feature terbagi menjadi dokumenter dan buletin. Keduanya memiliki perbedaan, yaitu dokumenter tidak memiliki batas  durasi, sedangkan buletin memiliki batasan dalam durasi. Penjelasan pertamanya mengenai sebuah feature. Bagi jurnalis TV untuk membuat sebuah karya feature harus kaya akan gambar. Ketika membuat dokumenter juga diperlukan gambar-gambar sehingga tampak menarik ketika dilihat. Lalu hal yang utama untuk membuat sebuah dokumenter terlebih dahulu yang diperlukan adalah observasi. Sebagai contoh kebakaran hutan kalimantan, dapat dipilih spot-spot yang dapat untuk pengambilan gambar untuk footage.  Gambar-gambar yang dapat memperjelas isi video. Dapat digunakan juga pengambilan gambar menggunakan drone untuk menambah kekreatifitasan video. Sehingga pemirsa tidak akan bosan dengan visual yang indah.


Alur kerja didalam jurnalistik tv  yaitu di mulai dari praproduksi, produksi, dan post produksi. Didalam pra produksi terlebih dahulu harus melakukan riset. Sebuat riset yang baik akan mudah ke tahap berikutnya yaitu produksi, contohnya kebakaran hutan. Riset pertama yang dilakukan seperti berapa korban akibat kebakaran hutan. Jurnalisme TV memiliki 10% jurnalistik dan 90% teknologi. Perkembagan teknologi saat ini sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil gambar yang bagus. Alat-alat yang sering di bawa Bobby Gunawan untuk meliput yaitu kamera, drone, tripod, laptop, dan HT. Yang perlu disiapkan berikutnya yaitu keberhasilan merekam peristiwa, menguasai pengambilan gambar, dan paham history. Tidak hanya menguasai karena menurutnya sesuatu itu memiliki maknanya.

Satu berita Stright news dan berita feature berbeda tentunya. Straight news berisikan berita penting dan informasinya akan cepat basi. Straight News memiliki pro kontra terhadap narasumber. Narasumber yang bisa dituju seperti pengamat. Feature lebih sederhana dan tidak ada batas waktu. Karya feature memiliki tampilan yang menarik, bertujuan agar pemirsa tidak bosan. Pengambilan gambar juga disusun rapih, tidak jumping dan berkualitas. Sehingga kebanyakan detail-detail gambar untuk mempertegas narasi.

Bobby Gunawan juga menegaskan bahwa narasumber sebagai “Networking is everything”. Menjadi seorang wartawan harus bersosialisasi dengan orang. Hubungan kita dengan narasumber merupakan hal yang penting. Semakin kita dekat dengan narasumber, maka semakin mudah informasi digali. Ada hal penting bagi narasumber yaitu tidak boleh ditutup-tutupi, kecuali mengenai narkoba dan terorisme. Karena kedua hal tersebut merupakan pelanggaran hukum. Konten yang penting bagi Bobby Gunawan yaitu visual adalah segalanya, nilai berita, element cerita, dan kreatif.