Seminar menarik mengenai “Bagaimana Jurnalis TV Asing
mengemas Feature” oleh Bobby Gunawan di Universitas Multimedia Nusantara yang berlangsung pada Sabtu, 1 Oktober 2016. Selama
kariernya Ia pernah bekerja di Tempo sebagai kontributor Tempo News Room, di Trans TV sebagai video jurnalis, Astro BBC
News, SBS, CNN, Net TV, TV One, langit TV.
Menurut Bobby Gunawan Feature terbagi menjadi dokumenter dan
buletin. Keduanya memiliki perbedaan, yaitu dokumenter tidak memiliki batas durasi, sedangkan buletin memiliki batasan
dalam durasi. Penjelasan pertamanya mengenai sebuah feature. Bagi jurnalis TV untuk
membuat sebuah karya feature harus kaya akan gambar. Ketika membuat dokumenter juga
diperlukan gambar-gambar sehingga tampak menarik ketika dilihat. Lalu hal yang
utama untuk membuat sebuah dokumenter terlebih dahulu yang diperlukan adalah
observasi. Sebagai contoh kebakaran hutan kalimantan, dapat dipilih spot-spot
yang dapat untuk pengambilan gambar untuk footage. Gambar-gambar yang dapat memperjelas isi video.
Dapat digunakan juga pengambilan gambar menggunakan drone untuk menambah
kekreatifitasan video. Sehingga pemirsa tidak akan bosan dengan visual yang
indah.
Alur kerja didalam jurnalistik tv yaitu di mulai dari praproduksi, produksi, dan
post produksi. Didalam pra produksi terlebih dahulu harus melakukan riset.
Sebuat riset yang baik akan mudah ke tahap berikutnya yaitu produksi, contohnya
kebakaran hutan. Riset pertama yang dilakukan seperti berapa korban akibat
kebakaran hutan. Jurnalisme TV memiliki 10% jurnalistik dan 90% teknologi.
Perkembagan teknologi saat ini sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil gambar
yang bagus. Alat-alat yang sering di bawa Bobby Gunawan untuk meliput yaitu
kamera, drone, tripod, laptop, dan HT. Yang perlu disiapkan berikutnya yaitu
keberhasilan merekam peristiwa, menguasai pengambilan gambar, dan paham
history. Tidak hanya menguasai karena menurutnya sesuatu itu memiliki maknanya.
Satu berita Stright news dan berita feature berbeda
tentunya. Straight news berisikan berita penting dan informasinya akan cepat
basi. Straight News memiliki pro kontra terhadap narasumber. Narasumber yang
bisa dituju seperti pengamat. Feature lebih sederhana dan tidak ada batas
waktu. Karya feature memiliki tampilan yang menarik, bertujuan agar pemirsa
tidak bosan. Pengambilan gambar juga disusun rapih, tidak jumping dan
berkualitas. Sehingga kebanyakan detail-detail gambar untuk mempertegas narasi.
Bobby Gunawan juga menegaskan bahwa narasumber sebagai “Networking
is everything”. Menjadi seorang wartawan harus bersosialisasi dengan orang.
Hubungan kita dengan narasumber merupakan hal yang penting. Semakin kita dekat
dengan narasumber, maka semakin mudah informasi digali. Ada hal penting bagi
narasumber yaitu tidak boleh ditutup-tutupi, kecuali mengenai narkoba dan
terorisme. Karena kedua hal tersebut merupakan pelanggaran hukum. Konten yang
penting bagi Bobby Gunawan yaitu visual adalah segalanya, nilai berita, element
cerita, dan kreatif.